Categories: Berita

Warga Sulut Yakin, Gubernur YSK Bakal Tuntaskan Pembangunan 2 KEK

 

MANADO, beritasulawesi.com—Warga Sulawesi Utara yakin kepemimpinan Gubernur, Mayor Jendral (Mayjend) TNI Yulius Selvanus SE (YSK) dapat menuntaskan pembangunan 2 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yakni KEK Pariwisata dan KEK Industri di Sulut. Pasalnya, 2 KEK tersebut bagaikan mitos dan hal ini semakin nyata setelah pemerintah pusat tidak memberikan dukungan penuh yang membuat pupus harapan warga Sulut.

Seperti dikatakan Ventje Pinontoan bahwa ini menjadi harapan dan impian masyarakat Sulawesi Utara untuk dapat mandiri dan benar-benar memiliki daya saing daerah dalam memasuki perdagangan dunia, yang didukung jalan maritim perdagangan dunia khusus Asia Pasifik. “Hal ini baik regulasi maupun insentif modal bangun 2 KEK diabaikan pemerintah pusat. Disatu sisi dan disisi lain banyak tanah bermasalah di 2 KEK tersebut yang sulit dibebaskan,” ungkapnya.

Ventje menambahkan, terlebih ada ranah Negara yang sudah habis kontrak masih di tahan oleh salah satu BUMN Untuk dikembalikan ke Negara dan dipergunakan untuk KEK Pariwisata Likupang sehingga menghambat perencanaan Kawasan. “Padahal, Pariwisata oleh Gubernur Mayjend TNI Yulius Selvanus SE akan menjadi Prime Mover, motor pengerak utama perekonomian Sulut, Begitu juga kawasan KEK Industri terhambat karena kepemilikan tanah yang tidak tuntas. Ini akan menganggu iklim investasi dikawasan tersebut. Ini harus menjadi perhatian,” akunya.

Hal senada disampaikan Bung Delbert Mongan, yang meminta regulasi dipercepat termasuk penggelolan KEK harus ada yang berkemampuan khusus untuk tarik investasi. “Baik KEK Pariwisata dan inndustri serta juga Dewan KEK jangan tidur nyenyak, begitu juga instansi terkait Dinas Perdagangan dan Industri bersama BAPEDA Harus Proaktif,” ucapnya.

Delber Morgan juga meminta Master Plan dan Peta jalan KEK ini benar-benar harus diseriusi, termasuk amankan dalam tata ruang dan Alokasi dana harus diperjuangkan. “Tim Koordinasi Keasistenan Dua Pemprov Sulut juga harus gerak cepat, karena saya melihat agak lamban kerjanya. Perusahan daerah pengelola KEK harus diganti karena kurang kemajuan,” jelasnya.

Sementara Ventje Rumambi menambahkan, kalau ini tantangan terbesar bagi YSK- VICTORY bagi rakyat Sulut. “Saya sarankan harus ada Tim Terpadu Amankan Kedua KEK ini, termasuk keterlibatan TNI dan POLRI serta paling penting sinergitas dan kolaborasi baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten kota yang ada,” pungkasnya yang yakin, apabila ditangani Gubernur YSK dipastikan tuntas.(sal/*)

Saleh Nggiu

Recent Posts

Terbakar 16 Rumah di Pateten, Tak Cukup Sekali Inal Datang Dua Kali Bawa Harapan

BITUNG, Beritasulawesi.com Kepedulian terhadap warga tertimpa musibah kembali ditunjukkan pengusaha asal Kota Bitung, Reynaldy Ibrahim…

5 hari ago

Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan pengusaha asal Kota Bitung, Menyalurkan Bantuan Sembako Kepada Warga Terutama Lansia

BITUNG, Beritasulawesi.com Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan pengusaha asal Kota Bitung, Reynaldy yang akrab disapa…

2 minggu ago

Pengusaha Bitung Reynald alias Inal Bagikan Puluhan Paket Sembako di Jalan: Rezeki yang Saya Miliki Titipan Tuhan

BITUNG, Beritasulawesi.com - Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan pengusaha Kota Bitung, Reynald yang akrab disapa Inal.…

3 minggu ago

Hadiri Rakor Forkopimcam Kema, Danramil 1310-05/Kauditan Bahas Karhutla, Jembatan, KDKMP hingga Rekrutmen TNI

MINUT, Beritasulawesi.com - Dalam rangka memperkuat koordinasi lintas sektor, Danramil 1310-05/Kauditan Kodim 1310/Bitung Kapten Inf…

3 minggu ago

Perkuat Soliditas TNI-Polri di HUT ke-81 TNI, Makodim dan Koramil Jajaran Kodim 1310/Bitung Dapat Kejutan dari Polres dan Polsek

BITUNG, Beritasulawesi.com - Suasana penuh keakraban mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional…

3 minggu ago

Rangkaian Festival Pesona Selat Lembeh 2026 Resmi Dimulai, Bitung Market & Expo Jadi Magnet Awal Pengunjung

BITUNG, Beritasulawesi.com - Rangkaian Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2026 resmi dimulai pada Sabtu (3/10/2026)…

4 minggu ago

This website uses cookies.