PASAR MURAH: Pemprov Sulut bersama Bulog gelar pasar murah.(*)
BERITASULAWESI.COM, MANADO—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, mengambil langkah taktis untuk merespons persoalan kelangkaan beras yang turut dirasakan masyarakat di berbagai wilayah. Pemprov Sulut bersama Bulog, melakukan operasi pasar dimulai Kamis (10/07/2025). Operasi ini untuk mengantisipasi gejolak beras yang terjadi di Sulut saat ini.
Pelaksana Tugas Harian (Plh) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulut, Denny Mangala melalui Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling (YSK) mengatakan bahwa kelangkaan beras tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara tapi seluruh Indonesia. “Untuk mengantisipasi kelangkaan ini, maka Gubernur Sulut telah memerintahkan sejunlah Intstransi terkait untuk melakukan operasi pasar ditempat rawan kelangkaan beras,” terangnya.
Kata Mangala, operasi pasar ini akan dipimpin langsung oleh Asisten II Pemprov Sulut, Christian Talumepa dan akan melibatkan stacholder terkait lainnya seperti Bulog. “Pemprov Sulut akan turun langsung mengecek informasi kelangkaan yang terjadi saat ini,” jelasnya
Mangala mengatakan jika menemukan informasi adanya penimbunan secara sengaja oleh para tengkulak, maka pihak akan segera berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk diproses hukum. “Pasti itu kita akan tindak jika ditemukan penimbunan secara sengaja. Kita berharap masyarakat bisa melaporkannya. Kelangkaan beras bukan hanya fenomena lokal di Sulut, tetapi merupakan dinamika nasional yang melanda hampir seluruh provinsi.,” ungkapnya.
Lanjutnya, namun begitu Pemprov Sulut di bawah arahan langsung Bapak Gubernur Yulius, tidak tinggal diam. Langkah-langkah strategis sedang disiapkan secara cepat dan terukur. “Tadi sudah dilakukan rapat bersama Instansi terkait termasuk Bulog yang dipimpinan Asisten Perekonomian dan Pembangunan untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi kelangkaan beras di Sulut,” kata Mangala.
Ia menambahkan bahwa upaya ini tidak hanya bertujuan mengintervensi harga, tetapi juga sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap ketahanan pangan masyarakat, terutama kelompok rentan ekonomi yang paling terdampak oleh fluktuasi harga beras. “Masalah beras bukan semata-mata soal distribusi, tapi menyentuh aspek hulu hingga hilir. Karena itu, Gubernur terus mendorong peningkatan produktivitas petani lokal dan revitalisasi sistem logistik pangan daerah,” aku Mangala.
Ditekankan juga, stabilitas harga bahan pokok terutama beras menjadi perhatian utama pemerintah. Oleh sebab itu, selain intervensi pasar dan distribusi stok cadangan, Pemprov akan memperkuat pengawasan harga dan distribusi oleh Satgas Pangan, guna menghindari praktik spekulatif yang dapat merugikan konsumen. “Langkah-langkah ini diambil bukan hanya untuk mengatasi gejolak sesaat, tapi untuk memastikan bahwa masyarakat tidak kehilangan daya beli dan tetap mendapatkan akses terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang wajar,” pungkas Mangala.
Diketahui, dengan respons cepat, koordinasi lintas lembaga, serta komitmen terhadap perlindungan masyarakat, Pemprov Sulut menunjukkan kesigapan dalam menjaga stabilitas pangan sebagai fondasi utama keberlanjutan pembangunan sosial dan ekonomi daerah. (***)
BITUNG, Beritasulawesi.com Kepedulian terhadap warga tertimpa musibah kembali ditunjukkan pengusaha asal Kota Bitung, Reynaldy Ibrahim…
BITUNG, Beritasulawesi.com Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan pengusaha asal Kota Bitung, Reynaldy yang akrab disapa…
BITUNG, Beritasulawesi.com - Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan pengusaha Kota Bitung, Reynald yang akrab disapa Inal.…
MINUT, Beritasulawesi.com - Dalam rangka memperkuat koordinasi lintas sektor, Danramil 1310-05/Kauditan Kodim 1310/Bitung Kapten Inf…
BITUNG, Beritasulawesi.com - Suasana penuh keakraban mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional…
BITUNG, Beritasulawesi.com - Rangkaian Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2026 resmi dimulai pada Sabtu (3/10/2026)…
This website uses cookies.