Jubir Gubernur Sulut, Dr Denny Mangala.(*)
beritasulawesi.com, MANADO–Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terpaksa harus membatalkan agenda Safari Natal Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe, demi kenyamanan dan keamanan kepala daerah. Hal ini disampaikan Juru Bicara Gubernur, Denny Mangala kepada sejumlah wartawan.
Lanjut Mangala, dibatalkannya keberangkatan Pak Gubernur Yulius mengikuti Safari Natal Pemprov Sulut, dikarenakan Pemprov Sulut menerima peringatan resmi dari BMKG pada 07 Desember 2025 bahwa akan terjadi cuaca extrem di wilayah kepulauan, termasuk larangan penerbangan dan tingginya gelombang laut.
Asisten I Pemprov Sulut ini menambahkan, sebelumnya Pemprov Sulut telah menyiapkan dengan matang agenda Safari Natal yang akan digelar di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe pada tanggal 08 Desember 2025. Seluruh rangkaian kegiatan telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan mendapat persetujuan penuh Gubernur.
Mangala juga mengatakan, Pemprov Sulut padahal telah menyiapkan penerbangan charter Wings Air, mengingat tidak tersedia penerbangan komersial ke dua wilayah kepulauan tersebut pada tanggal dimaksud. Begitupun bntuan sosial bagi masyarakat Talaud dan Sangihe telah lebih dahulu dikirim oleh Pemprov Sulut sebelum jadwal kunjungan Pak Gubernur.
Bahkan kata Mangala, Tim Protokol Pemprov Sulut telah diberangkatkan lebih awal menggunakan kapal laut dan telah berada di lokasi. Forkopimda juga turut diundang dan telah mengonfirmasi kehadiran untuk mendampingi Pak Gubernur dalam agenda Safari Natal tersebut. Namun, untuk pertimbangan keselamatan Pak Gubernur, Pemprov Sulut terpaksa harus membatalkan agenda Safari Natal di Talaud dan Sangihe.
Mangala yang juga Plt Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Pemprov Sulut menyampaikan, bahwa isu terkait menyebut Pak Gubernur Sulut tidak memberikan perhatian kepada wilayah kepulauan itu tidak benar. Jadi, keputusan pembatalan Pak Gubernur menghadiri Safari Natale di Talaud dan Sangihe murni didasari pertimbangan keselamatan.
Pemprov Sulut menilai situasi ini sekaligus menjadi edukasi publik agar masyarakat mematuhi peringatan cuaca ekstrem demi keselamatan bersama. Keputusan penundaan tersebut selaras dengan imbauan Pemprov Sulut dan Pak Gubernur agar masyarakat menghindari perjalanan berisiko saat cuaca ekstrem dan menegaskan untuk selalu menjadi teladan dalam penerapan imbauan keselamatan kepada masyarakat.(sal/*)
MANADO beritasulawesi.com — Pemanfaatan generative artificial intelligence (AI) semakin berkembang dalam pendidikan keperawatan. Namun, teknologi…
Manado, 27 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata Korea…
MANADO beritasulawesi.com — Pencegahan stunting ternyata tidak dimulai ketika seorang ibu mengandung, tetapi jauh sebelumnya…
MANADO, beritasulawesi.com -- Ketua Garda Tipikor Indonesia (GTI) Sulawesi Utara (Sulut) Risat Sanger mempertanyakan perkembangan…
MANADO. Beritasulawesi.com – Perjuangan politik Zacharias Talumepa di tengah pemerintahan kolonial Belanda tidak hanya berkaitan…
MANADO, Beritasulawesi.com – Rencana Gubernur Sulawesi Utara melakukan renovasi gedung bersejarah Minahasa Raad kembali membuka…
This website uses cookies.