Ini Pesan Gubernur Yulius Usai Lantik Dua Pejabat Pemprov Sulut

Berita561 Dilihat

BERITASULAWESI.COM, MANADO—Gubernur Yulius Selvanus SE, Rabu (16/07/2025) melantik dua pejabat tinggi pratama Provinsi Sulawesi Utara, Pj. Sekprov Sulut Tahlis Gallang, S.I.P., M.M. dan Inspektur Daerah Provinsi Sulut Dr. Jemmy Stani Kumendong, M.Si bertempat di Wisma Negara Bumi Beringin Manado.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan ucapan selamat kepada kedua birokrat tersebut. “Mereka bukan orang baru, mereka adalah figur berpengalaman yang siap membantu saya dan Pak Wagub dalam memajukan Sulut,” terangnya.

PENYAMPAIAN: Gubernur Yulius saat menyampaikan pesan kepada dua pejabat Pemprov Sulut di gelaran pelantikan.(*)

Gubernur Yulius juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah sebuah proses, baik di TNI, Polri, PNS, atau politik semua butuh tahapan, komitmen, dan kerja keras. “Tidak ada yang instan. Karena itu, saya tegaskan tidak ada tebang pilih. Kami memilih orang yang profesional, bukan karena suka atau tidak suka,” ungkapnya.

Lanjutnya, “Saya ingin semua pejabat dan kepala daerah paham, kita harus satu komando, jangan biarkan Gubernur berjalan sendiri. Forkopimda kompak, saya bangga. Tapi saya juga ingin semua OPD, walikota, dan bupati kompak. Jangan kita sibuk saling serang,” ungkap Gubernur Yulius Selvanus.

SEKPROV: Tahlis Galang yang dilantik Gubernur Yulius sebagai Pejabat Sekretaris Provinsi Sulut.(*)
INSPEKTUR: Jemmy Stani Kumendong menjabat Kepala Inspektorat Provinsi Sulut yang dilantik Gubernur Yulius.(*)

Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa dia ingin bekerja, mengabdi, dan menunaikan janji politik menjadikan Sulut maju, sejahtera, dan berkelanjutan. “Ingat, program yang kita jalankan saat ini adalah warisan tahun 2024. Visi-misi kami baru akan berjalan usai perubahan anggaran. Jadi tolong, jangan salah paham. Jangan menyerang sebelum kami benar-benar mulai,” tandasnya.

PELANTIKAN: Dua pejabat Pemprov Sulut yang dilantik Gubernur Yulius.(*)

“Saya tahu, Sulawesi Utara ini kaya. Laut, tambang, perkebunan semua ada. Tapi potensi itu akan sia-sia tanpa kekompakan. Kita harus kembali ke semangat otonomi daerah yang sesungguhnya. Agar daerah punya kendali, bukan hanya jadi penonton. Mari kita bergandengan tangan, jangan baku dendam, fokus bekerja, karena rakyat menanti bukti, bukan janji,” imbuhnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *