Museum Sulawesi Utara Dibenahi, Napas Baru Bagi Penjaga Sejarah Jadi Perhatian Gubernur Yulius

Berita372 Dilihat

beritasulawesi.com MANADO—Di tengah hiruk-pikuk pembangunan pariwisata modern, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memilih untuk menengok kembali masa lalu — tepatnya ke jantung sejarahnya sendiri: Museum Provinsi Sulawesi Utara. Di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen (Purn) Yulius Selvanus SE, pemerintah resmi memulai renovasi menyeluruh museum provinsi, sebuah langkah yang bukan hanya soal perbaikan fisik, tetapi juga tentang merawat ingatan dan identitas masyarakat Sulut.

Bagi banyak warga, museum ini bukan sekadar bangunan tua dengan koleksi benda bersejarah. Musem adalah penjaga waktu — tempat di mana kisah perjuangan, budaya, dan kearifan lokal Sulawesi Utara tetap hidup. Kini, dengan revitalisasi yang sedang berjalan, museum itu bersiap membuka babak baru. “Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan wadah pengabdian terhadap sejarah dan kebudayaan, termasuk pelestariannya,” ucap Gubernur Yulius.

Gubernur Yulius juga berpesan bahwa di sinilah nilai, jati diri, dan sejarah daerah kita diwariskan. Pemerintah hadir untuk menjaga, menghidupkan, dan menumbuhkan kembali kebanggaan budaya Sulawesi Utara. “Renovasi museum ini mungkin tak sepopuler pembangunan jalan atau jembatan, tapi di sanalah akar kebanggaan daerah bertumbuh — di ruang-ruang sunyi yang kini sedang dipoles kembali agar sejarah bisa berbisik dengan lebih nyaring kepada generasi masa depan,” pungkasnya.

Renovasi tersebut mencakup peremajaan gedung, penataan ruang pamer, hingga penyediaan fasilitas edukatif yang lebih interaktif. Tujuannya sederhana: agar museum menjadi ruang belajar yang hidup bagi masyarakat, terutama generasi muda. Seperti dikatakan Maximiliaan Lomban, Staf Khusus Gubernur Bidang Kebudayaan, menilai renovasi ini sebagai awal kebangkitan sektor kebudayaan Sulut. “Kami ingin museum ini menjadi tempat di mana anak-anak muda bisa mengenal jati diri mereka. Belajar bahwa kebanggaan itu lahir dari mengenal akar budaya sendiri,” terangnya.

Serupa dikatakan Dr. Drevy Malalantang, yang juga Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata. Menurutnya, langkah ini selaras dengan visi Pak Gubernur Yulius untuk menjadikan pariwisata dan kebudayaan sebagai dua sisi yang saling menguatkan. “Renovasi museum bukan hanya melestarikan masa lalu, tapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui wisata edukatif dan budaya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, ketika rampung nanti, museum ini diharapkan menjadi magnet baru di jantung Manado — tempat wisatawan bisa menyelami kisah rakyat Minahasa, mengagumi artefak kuno, dan memahami nilai-nilai harmoni yang menjadi ciri khas Bumi Nyiur Melambai.(sal/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *