BGN Gelar Rakor Program Makan Bergizi Gratis di Sulut, Fokus Validasi Data dan Penguatan Ekonomi Lokal

Berita, Sulut307 Dilihat

Minut, beritasulawesi.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Hotel Sentra Minahasa Utara, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan sekaligus evaluasi implementasi program strategis nasional tersebut di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

Rapat koordinasi dihadiri Wakil II BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN RI, Dadang Hendrayudha, serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan.

Dalam keterangannya, Sony Sonjaya menegaskan bahwa tahapan awal pelaksanaan MBG di Sulawesi Utara difokuskan pada validasi data penerima manfaat.

“Yang pertama harus dilakukan Satgas itu validasi data penerima manfaat. Berapa sebenarnya jumlah balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan peserta didik di setiap kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Dari situ nanti akan ditentukan kebutuhan jumlah SPPG,” ujar Sony.

Ia menjelaskan, rapat tersebut juga membahas mekanisme pengusulan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama untuk wilayah terpencil agar pelaksanaan program dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, pembahasan teknis mengenai pola pelaksanaan dan mekanisme distribusi MBG akan diperdalam melalui sesi lanjutan bersama satuan tugas daerah.

Sementara itu, Jemmy Ringkuangan menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyambut baik program MBG karena dinilai memberikan dampak positif, tidak hanya pada peningkatan kualitas gizi anak, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pak Gubernur Yulius Selvanus dan Pak Wakil Gubernur Victor Mailangkay yang juga Ketua Satgas Tingkat Provinsi menyampaikan terima kasih. Program ini sangat bermanfaat untuk memantau, mengevaluasi, serta menyebarluaskan manfaat makan bergizi gratis sebagai Program Strategis Nasional,” kata Jemmy.

Ia berharap BGN terus memperkuat pola pangan daerah serta memanfaatkan sumber daya manusia lokal dalam implementasi program tersebut.

Menurut Jemmy, program MBG berpotensi menciptakan efek ekonomi berantai, mulai dari sektor pangan hingga penyerapan tenaga kerja di daerah.

“Serapan tenaga kerja dari MBG ini sangat luar biasa. Ekonomi lokal bisa meningkat karena program ini memberikan penguatan ekonomi bagi pemerintah dan rakyat di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mengajak masyarakat menyiapkan potensi pangan lokal guna mendukung keberlanjutan program MBG sekaligus memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan daerah.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang difokuskan pada peningkatan kualitas gizi anak-anak dan generasi muda Indonesia. (HM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *