MANADO beritasulawesi.com — Kualitas tidur yang baik terbukti menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga konsentrasi belajar anak di sekolah.
Menjawab tantangan tersebut, tim Program Kemitraan Masyarakat Kluster 2 (PKM K2) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) turun langsung memberikan edukasi sleep hygiene (kebersihan tidur) berbasis media digital kepada anak usia sekolah.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dipimpin oleh Lenny Gannika, S.Kep., Ns., M.Kep. sebagai ketua tim. Ia dibantu oleh dua pakar keperawatan lainnya, yakni Maria Lupita Nena Meo, S.Kep., Ns., M.Kep. dan Katrina Feby Lestari, S.Kep., Ns., MPH sebagai anggota tim.
Dalam pelaksanaannya, tim ini tidak menggunakan metode ceramah konvensional. Mereka memanfaatkan media digital yang interaktif agar edukasi seputar kebiasaan tidur sehat lebih menarik, mudah dipahami, dan dapat langsung dipraktikkan oleh anak-anak.
Program inovatif yang diselenggarakan pada 26 Juni 2026 ini mendapat sambutan yang luar biasa dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SD, Ibu Martha Torar, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi langkah nyata akademisi Unsrat ini. Menurutnya, pendekatan visual dan digital sangat relevan dengan gaya belajar anak-anak generasi sekarang.
Dukungan Penuh dari Kampus
Kesuksesan jalannya program ini tentunya tidak lepas dari dukungan pendanaan yang kuat. Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari program hibah tahun 2026 yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unsrat.
Mewakili seluruh tim pelaksana, Lenny Gannika menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pimpinan universitas yang telah mewujudkan program pengabdian ini.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu Rektor Universitas Sam Ratulangi beserta Ketua LPPM Unsrat atas dukungan hibah yang diberikan lewat bantuan pendanaan ini, kami bisa turun langsung ke sekolah dan membawa dampak positif bagi kesehatan maupun pendidikan anak-anak kita,” ungkapnya.
Melalui program edukasi sleep hygiene berbasis digital ini, diharapkan anak-anak usia sekolah tidak hanya paham cara menjaga pola tidur yang sehat, tetapi juga mengalami peningkatan kualitas tidur yang pada akhirnya mendongkrak konsentrasi serta prestasi mereka di bangku sekolah. (**)










